Tugas:
MAKALAH
“BIOKIMIA”
Oleh:
RICHARDO REYNALDI S.A.
P00341015036
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapakan kepada
Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia_Nya penulis diberikan
kesehatan dan kesempatan dalam menyelesaikan makalah biokimia ini.
Tak lupa penulis mengucapkan banyak
terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini
yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu sehingga makalah ini dapat terselesaikan
tepat pada waktunya.
Di dalam makalah ini penulis menyadari
banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat
penulis harapkan agar menjadikan makalah ini lebih baik lagi. Penulis berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN............................................................................................. 1
A.
LATAR
BELAKANG................................................................................ 1
B.
RUMUSAN MASALAH............................................................................ 2
C.
TUJUAN PENULISAN.............................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN................................................................................................ 2
A.
PENGERTIAN KARBOHIDRAT............................................................. 3
B. FUNGSI KARBOHIDRAT....................................................................... 3-4
C. STRUKTUR
KARBOHIDRAT................................................................. 5-6
D. SIFAT
KIMIA KARBOHIDRAT.............................................................. 6-8
E. METABOLISME KARBOHIDRAT......................................................... 8
BAB III
PENUTUP.......................................................................................................... 15
A.KESIMPULAN.............................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
I.I. LATAR BELAKANG
Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah
suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi, dimana setiap
gramnya menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan energi lebih besar,
namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan
pokok, terutama pada negara sedang berkembang. Di negara sedang berkembang
karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada
daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat
dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang
mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak ataupun protein.
Karbohidrat banyak ditemukan pada
serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada
biji-bijian yang tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk penyusun sel
karena penyusun sel terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung
atom karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Secara biologis, karbohidrat
memiliki fungsi sebagai bahan baku sumber energi baik pada hewan, manusia dan
tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam
bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk
laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di
bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam
sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari
merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari
kehidupan tidak akan dijumpai.
Manusia membutuhkan karbohidrat
dalam jumlah tertentu setiap harinya. Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam
jumlah yang khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat parah akan menimbulkan
masalah. Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg berat badan sehari untuk
mencegah terjadinya ketosis. Secara keseluruhan tubuh harus mempertahankan
keseimbangan tertentu dalam utilisasi karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber
energi.
I.II. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang akan dibahas
dalam makalah ini adalah:
1. Apa pengertiankarbohidrat?
2. Apa fungsikarbohidrat?
3. Bagaimana struktur karbohidrat?
4. Apa sifat kimia karbohidrat?
5. Bagaimana metabolisme
karbihidrat?
I.III. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini
adalah agar dapat :
1. Untuk mengetahui pengertian karbohidrat
2. Untukmengetahui fungsi karbohidrat
3. Untukmengetahui struktur karbohidrat
4. Untukmengetahui sifat kimia karbohidrat
5. Untukmengetahuimetabolisme karbihidrat
BAB II
PEMBAHASAN
Karbohidrat ('hidrat dari karbon'), hidrat
arang, atau sakarida
(dari bahasa Yunaniσάκχαρον, sákcharon, berarti "gula")
adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat sendiri
terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau
polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila
dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsikarbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak
gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk
golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n,
yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n
molekul air. Namun, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki
rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur.
Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu
molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai
menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain
monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua
monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).
II.II.
FUNGSI KARBOHIDRAT
Fungsi utama
karbohidrat adalah sebagai sumber biokalori dalam bahan makanan, disamping itu
juga sebagai bahan pengental atau GMC pada teknologi makanan sebagai bahan
penstabil, bahan pemanis (sukrosa, glukosa, fruktosa) dan bahan bakar, misalnya
pada glukosa dan pati dan sebagai penyusun struktur sel, misalnya selulosa dan
khitin.
Karbohidrat
mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan seperti
rasa, warna dan tekstur. Sedangkan fungsi karbohidrat di dalam tubuh adalah:
1. Fungsi
utamanya sebagai sumber energi ( 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori )
bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah
langsung menjadi energi untuk aktifitas tubuh, dan sebagian lagi disimpan dalam
bentuk glikogen di hati dan otot. Ada beberapa jaringan tubuh seperti sistem
syaraf dan eritrosit hanya dapat menggunakan energi yang berasal dari
karbohidrat saja.
2. Melindungi protein agar tidak terbakar sebagai
penghasil energi.
3. Kebutuhan
tubuh akan energi merupakan prioritas pertama, bila karbohidrat yang dikonsumsi
tidak mencukupi untuk kebutuhan energi tubuh dan jika tidak cukup terdapat
lemak di dalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan di dalam tubuh, maka
protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil energi. Dengan
demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun.
Apabila keadaan ini berlangsung terus-menerus, maka keadaan kekurangan energi
dan protein (KEP) tidak dapat dihindari lagi.
4. Membantu metabolisme lemak dan protein, dengan demikian dapat mencegah
terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
5. Di dalam hepar berfungsi untuk detoksifikasi
zat-zat toksik tertentu.
6. Beberapa
jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh. Laktosa misalnya
berfungsi membantu penyerapan kalsium. Ribosa merupakan komponen yang penting
dalam asam nukleat.
7. Selain
itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna, mengandung serat (dietary
fiber) berguna untuk pencernaan, seperti selulosa, pektin dan lignin.
II.III. STRUKTUR KARBOHIDRAT
Ada tiga jenis representasi struktural
karbohidrat:
1.
Struktur rantai terbuka.
|
- Struktur Hemi-asetal.
|
- Struktur Haworth
Beberapa
sifat kimia karbohidrat :
1.
Sifat Mereduksi
Monosakarida
dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi, terutama dalam suasana
basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun
analisis kuantitatif. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida
atau keton bebas dalam molekulkarbohidrat.
2.
Pembentukan furfural
Dalam larutan asam yang encer, walaupun dipanaskan monosakarida umumnya
stabil. Tetapi apabila dipanaskan dengan asam kuat yang pekat, monosakarida menghasilkan
furfural atau derivatnya. Reaksi pembentukan furfural ini adalah
reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dari suatu senyawa.
3.
Pembentukan osazon
Semua karbohidrat yang
mempunyai gugus aldehida atau keton bebas akan membentuk osazon bila
dipanaskan bersama fenilhidrazin berlebih. Osazon yang terjadi mempunyai
bentuk
kristaldan titik lebur yang khas bagi masing-masing karbohidrat.
4.
Pembentukan Ester
Adanya gugus hidroksil pada karbohidrat memungkinkan terjadinya
ester apabila direaksikan dengan asam. Monosakarida mempunyai beberapa gugus
–OH dan dengan asam fosfat dapat menghendakinya menghasilkan ester asam fosfat.
5.
Isomerisasi
Kalau dalam larutan asam encer monosakarida dapat stabil, tidak demikian
halnya apabila monosakarida dilarutkan dalam basa encer. Glukosa dalam
larutan basa encer akan berubah sebagian menjadi fruktosa dan manosa. Ketiga
monosakarida ini ada dalam keadaan keseimbangan. Demikian pula apabila yang
dilarutkan itu fruktosa atau manosa, keseimbangan antara ketiga monosakarida
akan tercapai juga. Reaksi ini dikenal sebagai transformasi Lobry de Bruin Van Eckenstein yang berlangsung
melalui proses enolisasi.
- Pembentukan Glikosida
Apabila glukosa direaksikan dengan metil alcohol, menghasilkan dua senyawa.
Kedua senyawa ini dapat dipisahkan satu dari yang lain dan keduanya tidak
memiliki sifat aldehida. Keadaan ini membuktikan bahwa yang menjadi pusat
reaksi adalah gugus –OH yang terikat pada atom karbon nomor 1. Senyawa yang
terbentuk adalah suatu asetal dan disebut secara umum glikosida. Ikatan kimia yang terjadi
antara gugus metil dengan monosakarida disebut ikatan glikosidik dan gugus –OH yang bereaksi disebut gugus –OH glikosidik.
II.V. METABOLISME KARBOHIDRAT
Glikolisis
Glikolisis
adalah katabolisme glukosa yang berlangsung di dalam sitosol semua sel,
menjadi:
1. asam piruvat, pada suasana aerob (tersedia oksigen)
2. asam laktat, pada suasana anaerob (tidak tersedia oksigen)
a.
Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa-6
fosfat dengan dikatalisir oleh enzim heksokinase atau glukokinase pada sel
parenkim hati dan sel Pulau Langerhans pancreas. ATP diperlukan sebagai donor
fosfat dan bereaksi sebagai kompleks Mg-ATP. Satu fosfat berenergi tinggi
digunakan, sehingga hasilnya adalah ADP.(-1P)
Mg2+
Glukosa + ATP -> glukosa 6-fosfat + ADP
b.
Glukosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 6-fosfat
dengan bantuan enzim fosfoheksosa isomerase. Enzim ini hanya bekerja pada
anomer -glukosa 6-fosfat.
-D-glukosa
6-fosfat -D-fruktosa 6-fosfat
c.
Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa
1,6-bifosfat dengan bantuan enzim fosfofruktokinase. ATP menjadi donor fosfat,
sehingga hasilnya adalah ADP.(-1P)
-D-fruktosa 6-fosfat +
ATP D-fruktosa 1,6-bifosfat
d.
Fruktosa 1,6-bifosfat dipecah menjadi
gliserahdehid 3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat. Reaksi ini dikatalisir
oleh enzim aldolase (fruktosa 1,6-bifosfat aldolase)
D-fruktosa
1,6-bifosfat D-gliseraldehid 3-fosfat + dihidroksiaseton fosfat
e.
Gliseraldehid 3-fosfat dapat berubah menjadi
dihidroksi aseton fosfat dan sebaliknya (reaksi interkonversi). Reaksi
bolak-balik ini mendapatkan katalisator enzim fosfotriosa isomerase.
D-gliseraldehid
3-fosfat dihidroksiaseton fosfat
f.
Gliseraldehid 3-fosfat dioksidasi menjadi
1,3-bifosfogliserat dengan bantuan enzim gliseraldehid 3-fosfat dehidrogenase.
Dihidroksi aseton fosfat bisa diubah menjadi gliseraldehid 3-fosfat maka juga
dioksidasi menjadi 1,3-bifosfogliserat.
D-gliseraldehid 3-fosfat +
NAD+ + Pi 1,3-bifosfogliserat + NADH + H+
Atom-atom hidrogen yang dikeluarkan dari proses oksidasi ini dipindahkan
kepada NAD+ yang terikat pada enzim. Pada rantai respirasi
mitokondria akan dihasilkan tiga fosfat berenergi tinggi. (+3P)
Karena fruktosa 1,6-bifosfat yang memiliki 6 atom C dipecah menjadi
Gliseraldehid 3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat yang masing-masing memiliki
3 atom C, dengan demikian terbentuk 2 molekul gula yang masing-masing beratom C
tiga (triosa). Jika molekul dihidroksiaseton fosfat juga berubah menjadi
1,3-bifosfogliserat, maka dari 1 molekul glukosa pada bagian awal, sampai dengan
tahap ini akan menghasilkan 2 x 3P = 6P. (+6P)
g.
Pada 1,3 bifosfogliserat, fosfat posisi 1
bereaksi dengan ADP menjadi ATP dibantu enzim fosfogliserat kinase. Senyawa
sisa yang dihasilkan adalah 3-fosfogliserat.
1,3-bifosfogliserat
+ ADP 3-fosfogliserat + ATP
Karena ada dua molekul 1,3-bifosfogliserat, maka
energi yang adalah 2 x 1P = 2P. (+2P)
h.
3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat
dengan bantuan enzim fosfogliserat mutase.
3-fosfogliserat 2-fosfogliserat
i.
2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenol piruvat
(PEP) dengan bantuan enzim enolase. Enolase dihambat oleh fluoride. Enzim ini
bergantung pada Mg2+ atau Mn2+.
2-fosfogliserat fosfoenol
piruvat + H2O
j.
Fosfat pada PEP bereaksi dengan ADP menjadi ATP
dengan bantuan enzim piruvat kinase. Enol piruvat yang terbentuk dikonversi
spontan menjadi keto piruvat.
Fosfoenol
piruvat + ADP piruvat + ATP
Karena ada 2 molekul PEP maka terbentuk 2 molekul
enol piruvat sehingga total hasil energi pada tahap ini adalah 2 x 1P =
2P. (+2P)
k.
Jika tak tersedia oksigen (anaerob), tak terjadi
reoksidasi NADH melalui pemindahan unsur ekuivalen pereduksi. Piruvat akan
direduksi oleh NADH menjadi laktat dengan bantuan enzim laktat dehidrogenase.
Piruvat + NADH + H+ L(+)-Laktat
+ NAD+
Dalam keadaan aerob, piruvat masuk mitokondria, lalu dikonversi menjadi
asetil-KoA, selanjutnya dioksidasi dalam siklus asam sitrat menjadi CO2.
Pada
glikolisis aerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:
- hasil tingkat
substrat
:+ 4P
- hasil oksidasi
respirasi
:+ 6P
- jumlah
:+10P
- dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa
6P : - 2P
+ 8P
Pada
glikolisis anaerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:
- hasil tingkat
substrat
:+ 4P
- hasil oksidasi
respirasi
:+ 0P
- jumlah
:+ 4P
- dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa
6P: - 2P
+ 2P
Oksidasi piruvat
Dalam jalur ini, piruvat dioksidasi (dekarboksilasi oksidatif) menjadi
Asetil-KoA, yang terjadi di dalam mitokondria sel. Jalur ini merupakan
penghubung antara glikolisis dengan siklus Kreb’s. Jalur ini juga merupakan
konversi glukosa menjadi asam lemak dan lemak dan sebaliknya dari senyawa non
karbohidrat menjadi karbohidrat.
Rangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam lintasan oksidasi piruvat
adalah sebagai berikut:
1. Dengan adanya TDP (thiamine diphosphate), piruvat didekarboksilasi
menjadi hidroksietil TDP terikat oleh komponen kompleks enzim piruvat
dehidrogenase. Produk sisa yang dihasilkan adalah CO2.
2.Hidroksietil TDP bertemu dengan lipoamid
teroksidasi, suatu kelompok prostetik dihidroksilipoil transasetilase untuk
membentuk asetil lipoamid, selanjutnya TDP lepas.
3. Selanjutnya
dengan adanya KoA-SH, asetil lipoamid akan diubah menjadi asetil KoA, dengan
hasil sampingan berupa lipoamid tereduksi.
4. Siklus ini selesai jika lipoamid tereduksi
direoksidasi oleh flavoprotein yang mengandung FAD, pada kehadiran
dihidrolipoil dehidrogenase. Flavoprotein tereduksi dioksidasi oleh NAD+,
sehingga memindahkan ekuivalen pereduksi kepada rantai respirasi.
Piruvat +
NAD+ + KoA Asetil KoA + NADH + H+ +
CO2
Siklus
asam sitrat
Siklus asam sitrat juga sering disebut sebagai
siklus Kreb’s atau siklus asam trikarboksilat dan berlangsung di dalam
mitokondria. Siklus asam sitrat merupakan jalur akhir bersama oksidasi
karbohidrat, lipid dan protein. Siklus asam sitrat merupakan rangkaian reaksi
katabolisme asetil KoA yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP.
Selama proses oksidasi asetil KoA, terbentuk ekuivalen pereduksi
berbentuk hidrogen atau elektron. Unsur ekuivalen pereduksi ini kemudian
memasuki rantai respirasi (proses fosforilasi oksidatif) menghasilkan ATP. Pada
keadaan tanpa oksigen (anoksia) atau kekurangan oksigen (hipoksia) terjadi
hambatan total pada siklus tersebut.
Reaksi-reaksi pada siklus asam sitrat diuraikan sebagai berikut:
1. Kondensasi
asetil KoA dengan oksaloasetat membentuk sitrat, dikatalisir sitrat sintase.
Asetil KoA + Oksaloasetat +
H2O Sitrat + KoA
2.
Sitrat dikonversi menjadi isositrat oleh enzim
akonitase (akonitat hidratase) yang mengandung besi Fe2+. Konversi
berlangsung dalam 2 tahap, yaitu: dehidrasi menjadi sis-akonitat dan rehidrasi
menjadi isositrat.
3.
Isositrat mengalami dehidrogenasi menjadi
oksalosuksinat dibantu enzim isositrat dehidrogenase, yang bergantung NAD+.
Isositrat
+ NAD+ Oksalosuksinat –ketoglutarat + CO2 +
NADH + H+
(terikat enzim)
Kemudian terjadi dekarboksilasi menjadi –ketoglutarat yang juga
dikatalisir oleh enzim isositrat dehidrogenase. Mn2+ atau Mg2+berperan
penting dalam reaksi dekarboksilasi.
4.
–ketoglutarat mengalami dekarboksilasi oksidatif
menjadi suksinil KoA dengan bantuan kompleks –ketoglutarat dehidrogenase,
dengan kofaktor misalnya TDP, lipoat, NAD+, FAD serta KoA.
–ketoglutarat + NAD+ +
KoA Suksinil KoA + CO2 + NADH + H+
5.
Suksinil KoA berubah menjadi suksinat dengan
bantuan suksinat tiokinase (suksinil KoA sintetase).
Suksinil KoA + Pi +
ADP Suksinat + ATP + KoA
6.
Suksinat mengalami dehidrogenasi menjadi fumarat
dengan peran suksinat dehidrogenase yang mengandung FAD.
Suksinat +
FAD Fumarat + FADH2
7.
Fumarat mendapatkan penambahan air menjadi malat
dengan bantuan enzim fumarase (fumarat hidratase)
Fumarat + H2O L-malat
8.
Malat mengalami hidrogensi menjadi oksaloasetat
dengan katalisator malat dehidrogenase, suatu reaksi yang memerlukan NAD+.
L-Malat + NAD+ oksaloasetat
+ NADH + H+
Energi yang dihasilkan dalam
siklus asam sitrat
Pada proses oksidasi asetil KoA, dihasilkan 3 molekul NADH dan 1 FADH2.
Sejumlah ekuivalen pereduksi dipindahkan ke rantai respirasi dalam membran
interna mitokondria. Ekuivalen pereduksi NADH menghasilkan 3 ikatan fosfat
berenergi tinggi (esterifikasi ADP menjadi ATP). FADH2 menghasilkan
2 ikatan fosfat berenergi tinggi. Fosfat berenergi tinggi juga dihasilkan pada
tingkat siklus (tingkat substrat) saat suksinil KoA diubah menjadi suksinat.
Dengan demikian rincian energi yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat
adalah:
1. Tiga molekul NADH,
menghasilkan : 3 X
3P = 9P
2. Satu molekul FADH2,
menghasilkan : 1 x
2P = 2P
3. Pada tingkat
substrat
= 1P
Jumlah
= 12P
Satu siklus Kreb’s akan
menghasilkan energi 3P + 3P + 1P + 2P + 3P= 12P.
Kalau kita hubungkan jalur
glikolisis, oksidasi piruvat dan siklus Kreb’s, akan dapat kita hitung bahwa 1
mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi dengan rincian
sebagai berikut:
1. Glikolisis
: 8P
2. Oksidasi piruvat (2 x
3P)
: 6P
3. Siklus Kreb’s (2 x
12P)
: 24P
Jumlah
: 38P
Glikogenesis
Tahap
pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi
piruvat. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Akhirnya asetil KoA
masuk ke dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi.
Proses di atas terjadi jika
kita membutuhkan energi, misalnya untuk berpikir, mencerna makanan, bekerja dan
sebagainya. Jika jumlah glukosa melampaui kebutuhan, maka dirangkai menjadi
glikogen untuk cadangan makanan melalui proses glikogenesis.
Glikogen merupakan simpanan
karbohidrat dalam tubuh dan analog dengan amilum pada tumbuhan. Glikogen
terdapat didalam hati (sampai 6%) dan otot jarang melampaui jumlah 1%. Tetapi
karena massa otot jauh lebih besar daripada hati, maka besarnya simpanan
glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak.
Seperti amilum, glikogen merupakan polimer -D-Glukosa yang bercabang.
Glikogen otot adalah sumber
heksosa untuk proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Sedangkan glikogen
hati adalah simpanan sumber heksosa untuk dikirim keluar guna mempertahankan
kadar glukosa darah, khususnya di antara waktu makan. Setelah 12-18 jam puasa,
hampir semua simpanan glikogen hati terkuras. Tetapi glikogen otot hanya
terkuras setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama.
Rangkaian proses terjadinya
glikogenesis digambarkan sebagai berikut:
1.
Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa
6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Di otot
reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.
2.Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa
1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim
itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di
dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat.
Enz-P +
Glukosa 6-fosfat Enz + Glukosa 1,6-bifosfat Enz-P + Glukosa
1-fosfat
3. Selanjutnya
glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin
difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc
pirofosforilase.
UTP +
Glukosa 1-fosfat UDPGlc + PPi
4. Hidrolisis
pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik
reaksi kea rah kanan persamaan reaksi
5. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc
membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa
terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir
oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya
(disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer
selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai
glikogenin.
UDPGlc + (C6)n UDP
+ (C6)n+1
Glikogen
Glikogen
Residu glukosa yang lebih
lanjut melekat pada posisi 14 untuk membentuk rantai pendek yang diaktifkan
oleh glikogen sintase. Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat
molekul glikogen, sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang
melebihi jumlah molekul glikogenin.
6. Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan
glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim
pembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 14 (panjang minimal 6 residu
glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 16 sehingga
membuat titik cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan tumbuh
dengan penambahan lebih lanjut 1glukosil dan pembentukan cabang selanjutnya.
Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak reaktif
dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun
glikogenolisis.
setiap penambahan 1 glukosa
pada glikogen dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Sekelompok glukosa dalam
rangkaian linier dapat putus dari glikogen induknya dan berpindah tempat untuk
membentuk cabang. Enzim yang berperan dalam tahap ini adalah enzim pembentuk
cabang (branching enzyme).
Glikogenolisis
Jika glukosa dari diet tidak
dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa
sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan glikogenolisis. Glikogenolisis
seakan-akan kebalikan dari glikogenesis, akan tetapi sebenarnya tidak demikian.
Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan enzim
fosforilase. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 14
glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu glukosil terminal pada
rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang
lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap sisi cabang 16.
(C6)n +
Pi (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
Glikogen Glikogen
Glukan transferase
dibutuhkan sebagai katalisator pemindahan unit trisakarida dari satu cabang ke
cabang lainnya sehingga membuat titik cabang 16 terpajan. Hidrolisis ikatan
16 memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang (debranching enzyme) yang
spesifik. Dengan pemutusan cabang tersebut, maka kerja enzim fosforilase
selanjutnya dapat berlangsung.
Glukoneogenesis
Glukoneogenesis
terjadi jika sumber energi dari karbohidrat tidak tersedia lagi. Maka tubuh
adalah menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika lemak juga tak tersedia,
barulah memecah protein untuk energi yang sesungguhnya protein berperan pokok
sebagai pembangun tubuh.
Jadi bisa disimpulkan bahwa
glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa non
karbohidrat, bisa dari lipid maupun protein.
Secara ringkas, jalur
glukoneogenesis dari bahan lipid maupun protein dijelaskan sebagai berikut:
1. Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu asam lemak dan
gliserol. Asam lemak dapat dioksidasi menjadi asetil KoA. Selanjutnya asetil
KoA masuk dalam siklus Kreb’s. Sementara itu gliserol masuk dalam jalur
glikolisis.
2. Untuk protein, asam-asam amino penyusunnya akan masuk ke dalam siklus
Kreb’s.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan dari makalah ini adalah:
1.
Karbohidrat ('hidrat dari karbon'), hidrat arang, atau sakarida (dari bahasa Yunaniσάκχαρον, sákcharon,
berarti "gula")
adalah segolongan besar senyawa organik yang paling
melimpah di bumi. Karbohidrat sendiri terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen.
Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama
sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan
makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada
hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada
tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur).[1] Pada proses
fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi
karbohidrat.
2.
Fungsi utamanya sebagai sumber energi ( 1 gram
karbohidrat menghasilkan 4 kalori ) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh.
Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi energi untuk aktifitas tubuh,
dan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar